September 25, 2017

Services

Strategic: HR Strategic Partner dan Executive Assessment dan Coaching

Dalam gerak organisasi yang cepat dan dinamis, perspektif dan keterlibatan external diperlukan untuk memberikan sudut pandang yang berbeda bagi organisasi.  Disini kami memposisikan diri sebagai partner diskusi bagi top manajemen dan pimpinan HR dalam mengembangkan strategi perusahaan.

Dalam HR Strategic Partner ini, Partner dan Senior Konsultan akan mereview ataupun ikut memformulasikan sebuah strategi organisasi dalam bidang SDM sehingga dapat ditingkatkan efektivitas dan efisiensinya.

Aspek strategik lain yang juga tidak kalah pentingnya, tentunya adalah proses asesmen top ataupun senior executive sebelum dipromosikan.  CEO biasanya memerlukan second opinion dan pendapat external yang  objektif ketika terdapat beberapa kandidat star yang bersaing ketat.

Selain melakukan asesmen dalam produk ini, Executive Assessment dan Coaching, kami juga dapat membantu Perusahaan untuk menyiapkan dan melaksanakan program coaching untuk memastikan kesiapan dari mereka yang terpilih khususnya dalam menjelankan aspek stretegis dari posisi mereka yang baru.

 

Sistem

Fokus kami menggeser kinerja rata-rata (avg: average) yang dicapai Perusahaan ke arah kinerja di atas rata-rata (bep) dan luar biasa (exp: extra ordinary) tentunya harus didukung oleh sistem manajemen sumberdaya manusia dan organisasi yang sejalan dan terintegrasi dengan aspek/faktor-faktor lainnya dalam pendekatan Human Peformance Focus yang kami tawarkan.

Aspek Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia dan Organisasi yang kami kembangkan mencakup:

  1. Penyusunan Strategi Manajemen SDM (Human Resource Management Strategic)
  2. Penyusunan Uraian Jabatan dan Spesifikasi Jabatan (Job Analysis and Job Design)
  3. Penyusunan Model Kompetensi Jabatan (Competency Modeling)
  4. Penyusunan Jumlah Kebutuhan SDM (Workload Analysis)
  5. Penyusunan Leveling Jabatan dan Sistem Penggajian (Job Evaluation and Remuneration)
  6. Penyusunan Sistem Karir (Career System and Succession Plan)

Ringkasan track record kami dalam area ini:

Proses SDM

  • Proses SDM 1: Acquiring

Partner kami, Actual Consulting, dengan pengalamannya lebih dari 10 tahun telah menyediakan jasa Acquiring sumber daya manusia yang mencakup:

  1. Executive Search
  2. Competency Assessment
  3. Recruitment
  4. Outsourcing
  5. Labor Supply

Ringkasan track record kami dalam area ini:

  • Proses SDM 2: Development

Talent Management

Mengembangkan talent dalam organisasi merupakan isu penting untuk menyiapkan kader maupun sustainability bisnis. Oleh karenanya pengelolaan talent yang terstruktur menjadi salah satu faktor penitngnya.

Management Development Program  bertujuan untuk menghasilkan kader-kader terbaik bagi organisasi. Pengembangan program dilakukan secara menyeluruh dan utuh. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai stake holder dalam proses ini seperti kemampuan coaching dan metorin danparadigma investasi pada pengembangan human capital.  Utuh dengan mencakup Behavioral Competence maupun Technical Competence yang bertujuan menghasilkan kader-kader dengan extra ordinary performance.

Program juga akan dilengkapi dengan berbagai modul dan tools praktis yang bisa membantu  sistem implementasi dan monitoring program.

Ringkasan track record kami dalam area ini:

Pelatihan Public dan In house

Daftar pelatihan yang lengkap dan integrated dapat ditemui dalam produk dari salah satu partner kami, Value Consult.  Dengan belasan tahun pengalaman, Value Consult Group dapat memenuhi kebutuhan pelatihan soft skill dan hard skill dari berbagai level karyawan organisasi.  Silakan klik web Value Consult (valueconsulttraining.com) ataupun Platinum Training (untuk Public Training premium) dan Archipleago (untuk pelatihan di luar kota).

Sejak berdiri pada 1999, kami telah mengadakan ratusan training baik public ataupun in house.  Saat kami kami memiliki ratusan topik pelatihan mulai dari soft skills, manajemen SDM, manajemen operation, sales, IT, pemasaran, dan lain sebagainya.

  • Proses SDM 3: Career Transition

Career Transition Assistantship Program

Perubahan karir dalam kehidupan seseorang, baik karena pindah kerja maupun pensiun menimbulkan dinamika tersendiri yang bila dapat dikelola dengan baik akan dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan.

Banyak penelitian juga menunjukkan, bahwa orang-orang yang terus beraktivitas setelah pensiun memiliki lebih sedikit penyakit dan keterbatasan fungsional daripada orang-orang yang berhenti sama sekali.

Berbagai studi juga menyimpulkan bahwa tetap beraktivitas dapat membantu melindungi pensiunan dari berbagai resiko penyakit utama dan fungsional sehari-hari.  Para peneliti mengatakan, ini mungkin disebabkan oleh meningkatnya aktivitas fisik dan mental yang berkaitan dengan aktivitas yang dilakukannya.  Oleh karenanya penting bagi siapapun untuk tetap aktif walaupun dikala usia pensiun.  Berbagai aktivitas  yang dilakukan membawa dampak positif baik secara fisk dan mental.

Perpindahan karir baik tetap dalam kuadran employee, maupun kuadran lainnya sebagai self employee maupun wirausaha membutuhkan mindset dan skill set tertentu.  Oleh karenanya program CTAP ini dirancang baik untuk  program termination maupun pensiun dengan 4 pilar utama yakni (1) Kesehatan, (2) Pikologi, (3) Pengelolaan keuangan dengan 7 Prinsip, Jurus 4 keranjang, dan (4) AWAL SAKTI (AktivitasWaktuLuangMasaPurnaBakti)

Ringkasan track record kami dalam area ini:

 

Aspek Leadership:  Kepemimpinan Transformatif

Kepemimpinan Transformatif merupakan ujung kontinum yang berbeda dengan Kepemimpinan Transaksional.  Kepemimpinan Transformatif menuntut pemimpin untuk mendorong keterlibatan penuh dari tim nya dengan cara memperlakukan tim nya sesuai dengan keunikannya, minat dan kemampuannya.

Kepemimpinan Transformatif menganut filosofi kura-kura dalam interaksinya.  Kita tidak akan membuat kura-kura bergerak bila kita menghardiknya atau menimbulkan suasana yang menakutkan.  Itu hanya akan membuat ia diam dan berlindung di balik cangkangnya.  Dengan pergeseran sikap terhadap kerja yang dimunculkan oleh gen Y, maka pendekatan transformatit dianggap sebagai pendekatan yang paling optimal untuk mencapai human performance.

Berdasarkan hasil skripsi salah seorang partner kami, maka sejak hampir 10 tahun lalu, kami telah mengembangkan pelatihan Transformational Leader termasuk assessmentnya.  Hanya dengan pola kepemimpinan tersebut bisa dicapai pergeseran dari avg ke exo.  Kepemimpinan ini merupakan syarat utama didapatnya produktivitas optimal pada level individu, karena tim akan berubaha dari merasa ‘diperalat’ menjadi diberdayakan.

Lebih lanjut mengenai pelatihan Kepemimpinan Transformatif, silakan klik disini.

Ringkasan track record kami dalam area ini:

 

Aspek Person in Organization: Produktivitas Diri

Sulit untuk mencapai produktivitas optimal bagi setiap karyawan di dalam organisasi bila pendekatannya masih memperlakukan manusia sebagai alat.  Manusia baru akan mencapai produktivitas optimal bagi organisasi, bila ia sendiri meyakini bahwa dengan demikian ia juga akan mencapai produktivitas optimal bagi hidupnya.  Produktivitas diri adalah pendekatan yang mengedepankan kejernihan individu dalam mengembangkan produktivitas bagi dirinya, sehingga dengan cara itu ia bisa memahami pentingnya produktivitas di tempat kerja.  Inilah pendekatan win-win yang akan membuat organisasi mendapatkan ‘the missing 40 percent’ dari kinerja organisasi.

Dengan basis pemahaman tersebut, diharapkan peningkatan human performance di dalam organisasi bisa dicapai di bawah landasan kepentingan individu yang kuat.  Tentunya pencapaian ini tidak bisa dilakukan bila tidak didukung oleh Kepemimpinan yang Transformatif dan Budaya yang kondusif.

Informasi lebih lanjut mengenai produk konsultansi kami terkait hal ini, silakan klik disini.

Ringkasan track record kami dalam area ini:

 

Budaya Organisasi

Berbagai penelitian ilmiah telah menunjukkan Budaya organisasi yang kokoh mampu menunjang tercapainya tujuan organisasi.   Namun, seperti halnya dua sisi mata uang, budaya juga dapat  menjadi penghambat bagi organisasi dalam berinovasi.

Pengembangan budaya yang sesuai dengan cita-cita perusahaan menjadi salah satu tujuan dari proses transformasi budaya di perusahaan.  Proses ini kami kelompokkan menjadi 4 tahap yaitu (1) kristaslisasi budaya, (2) internalisasi tata nilai, (3) implementasi tata nilai , dan (4) eksternalisasi tata nilai

Dengan dukungan sistem MONEV (monitoring dan evaluasi) untuk tahap 2, 3 dan 4 secara komprehensif, yang kami peroleh dari pengalaman intensif dalam membantu program transformasi budaya di perusahaan nasional dan badan pemerintah, akan dapat memastikan sebuah program transformasi budaya yang terstruktur dan efektif untuk membantu perusahan dalam mengembangkan budaya organisasi yang kokoh dan berkelanjutan.

Ringkasan track record kami dalam area ini:

 

Performance Management

Pengembangan sistem Manajemen Kinerja adalah sebuah upaya untuk mengintegrasikan kedua macam kinerja, tactical dan adaptif sehingga terjadi dinamika yang optimal diantara keduanya.

Sistem manajemen kinerja yang ada saat ini masih terlalu berat di aspek tactical sehingga dalam implementasinya seringkali menghadapi hambatan dalam mendorong motivasi kerja tim.  Rules sudah ditetapkan, rumus diformulasikan dan bonus dibagikan tetapi impact yang dirasakan adalah rasa kecewa sehingga menurunkan moral kerja karyawan.  Disinilah memahami dan mengintegrasikan aspek adaptif ke dalam persamaan itu akan membawa produk manajemen kinerja yang lebih solutif.  Penerapan yang salah hanya akan menghasilkan perilaku maladaptive yang merusak budaya dan merugikan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Pendekatan individu yang lebih menekankan pada motivasi dari dalam diri untuk menghasilkan produktivitas diri optimal merupakan salah satu driver dari Manajemen Kinerja HPF yang bisa mendorong ke arah eop.

Ringkasan track record kami dalam area ini: