Sinergi tactical dan adaptive

Kami membagi intervensi kami atas 2 jenis intervensi tactical dan adaptive.  Intervensi tactical yang terdiri atas Strategi, Sistem dan Proses SDM mendorong kepada keteraturan organisasi.  Sedangkan intervensi adaptive, yang terdiri atas aspek Kepemimpinan, Orang (Person in Organization) dan Budaya mendorong kepada adanya dinamisasi, inisiatif, kreativitas dan inovasi di dalam organisasi.

Terlalu menekankan pada tactical akan menyebabkan organisasi berjalan secara kaku, sementara itu penekanan berlebihan pada adaptive menimbulkan kelelahan bagi manajemen untuk mengelola ‘kekacauan’ yang ada.  Karena itu extra ordinary performance hanya bisa dicapai bila kita berhasil menjaga keseimbangan diantara 2 pendekatan tersebut.

Kedua pendekatan tersebut kemudian diintegrasi dengan intervensi dalam Performance Management.

Memahami panjangnya proses yang ada untuk mencapai impian tersebut, maka kami membagi ‘perjalanan’ tersebut dalam 2 tahapan.  Organisiasi perlu menggeser kinerjanya dari rata-rata atau di bawah rata-rata (avg: average) ke arah yang lebih baik (bep: better performance), sebelum bisa mencapai luar biasa (eop: extra ordinary performance).  Dalam hemat kami, kebanyakan kinerja organisasi berada pada level 60 – 70 persen dari potensinya.  Karenanya pergeseran dari bep ke eop ini diharapkan akan bisa menutupi the missing 40 percent gap dalam optimasi kinerja organisasi.

Intervensi Tactical terdiri atas 3 komponen yaitu Strategi, Sistem dan Proses SDM.  Aspek Strategi terkait dengan intervensi yang bersifat mendasar dan high impact bagi organisasi.  Pengembangan Sistem dan Proses SDM dilakukan setelah dibangun strategi organisasi yang tepat untuk menghadapi tantangan yang ada dan mengembangkan perusahaan secara berkelanjutan di masa depan.

Intervensi Adaptive terdiri atas 3 komponen yaitu Budaya, Kepemimpinan dan Individu.  Ketiganya merupakan aspek penting untuk memastikan dinamika organisasi.  Integrasi diantara kedua intervensi ini dilakukan oleh sebuah program Manajemen Kinerja yang memperhatikan kedua jenis intervensi tersebut.